Inilah Perbedaan Antara Duct Sealant Silikon dan Akrilik

sealant

Jika Anda memiliki sistem HVAC, Anda mungkin dapat mengetahui kapan perubahan aliran udara atau suara sistem Anda terjadi. Bisa jadi suhu tidak merata di area di seluruh rumah, atau kurangnya aliran udara yang konsisten. Namun, alasan terbesar untuk semua masalah aliran udara adalah saluran yang bocor — retakan, celah, robekan, dan keausan sering terjadi pada saluran yang sudah tua. Untuk itu, menyegel saluran Anda adalah solusi yang tepat. Hal ini dikarenakan dengan menyegel saluran, itu dapat mencegah dan memperbaiki kebocoran udara. Dengan menyegel saluran, itu juga menghemat uang untuk tagihan listrik dan mencegah sistem HVAC Anda bekerja lebih keras daripada yang seharusnya untuk mendinginkan rumah Anda. Adapun terdapat beberapa cara untuk menyegel saluran Anda, termasuk menggunakan duct sealant silikon atau akrilik. Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai perbedaan kedua sealant.

Sealant silikon

Berbahan dasar polimer silikon, sealant silikon mengering dan menjadi karet yang kuat dan fleksibel yang cocok digunakan untuk berbagai aplikasi rumah tangga dan industri. Ada beberapa jenis utama sealant silikon: asetoksi, alkoksi, oksida, dan netral. Dari jenis-jenis ini, sebagian besar pengaplikasian interior menggunakan asetoksi, sedangkan yang terakhir, silikon netral digunakan untuk aplikasi eksterior karena ini memiliki sifat merekat dan tahan cuaca yang sangat tinggi. Jika Anda ingin merekatkan permukaan yang sensitif terhadap asam asetat, maka pilihlah silikon netral.

Sealant akrilik

Bahan produk ini dibuat dari polimer akrilik. Sealant ini menggunakan beberapa nama lain, termasuk dempul dekorator, dempul akrilik dekorator, dan dempul pelukis. Meskipun sealant akrilik secara tradisional digunakan di interior sebagai pengisi dan sealant yang ekonomis, beberapa sealant akrilik dapat digunakan pada eksterior. Berdasarkan penjelasan masing-masing duct sealant di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan kedua sealant ini adalah sebagai berikut.

Perbedaan antara sealant akrilik dan sealant silikon

Penting untuk mengetahui perbedaan antara sealant silikon dan akrilik, serta keunggulan masing-masing sealant. Dengan semua informasi di depan Anda, Anda akan dapat membandingkan kedua jenis sealant ini satu sama lain sebelum memutuskan memilih salah satu untuk digunakan pada proyek Anda.

Salah satu keunggulan sealant akrilik dibandingkan sealant silikon adalah kemampuan untuk mengecat. Sebagian besar cat dapat digunakan pada sealant akrilik, berbeda halnya dengan sealant silikon. Namun, jika Anda menggunakan duct sealant hanya untuk merekatkan saluran Anda, maka Anda tidak perlu benar-benar mengecatnya. Adapun kelemahan sealant silikon adalah menghasilkan bau cuka yang tidak sedap selama proses penggunaan, tetapi ada juga beberapa pilihan silikon yang tidak berbau.

Sisi positifnya, sealant silikon lebih fleksibel dan tahan lama dibandingkan akrilik, dan tidak memiliki penyusutan volume. Sealant akrilik memiliki kelemahan utama, yaitu dapat menyerap air. Disarankan agar Anda tidak menggunakan akrilik di tempat yang lembab atau basah karena risiko tumbuhnya jamur.

Itulah sedikit penjelasan mengenai perbedaan antara duct sealant silikon dan akrilik. Bagi Anda yang sedang mencari produk yang berkualitas, maka Anda dapat mempercayakannya pada produk Ratana™ dari PT. Primaperkasa Intiswadaya, sebuah perusahaan yang bergerak di industri bahan kimia, khususnya perekat, pewarna, dan coatings.

Duct Sealant Ratana™-Duct Sealant Berkualitas

Duct sealant Ratana™ ini merupakan produk khusus ducting. Tidak hanya itu, sebagai produk berkualitas, duct sealant Ratana™ ini memiliki berbagai keunggulan, seperti sangat elastis, tahan air, anti retak, ramah lingkungan, dan tahan terhadap ultraviolet. Untuk lebih lengkapnya mengenai keunggulan duct sealant Ratana™ ini, mari simak tabel berikut ini.

Berikut ini adalah Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sealant